Legenda Jerman Ungkap Masalah Terbesar Liverpool Saat Ini

Dietmar Hamann, Legenda sepakbola Jerman yang juga merupakan mantan Liverpool ini meminta kepada seluruh elemen klub untuk melupakan sejarah besar dan banyak trofi di masa lalu mereka, tidak lekas puas diri juga harus ditanamkan kepada para pemain juga fans jika ingin meraih sukses.

Sebagaimana diketahui, Liverpool sempat cemerlang di paruh pertama musim ini, mereka bahkan sempat mengatakan bahwa tahun 2017 akan jadi tahunnya Kopites. Namun kenyataan yang ada sungguh berbeda, faktanya sejauh tahun 2017 ini, mereka bahkan baru mengemas satu kemenangan, itupun saat berhadapan dengan tim divisi tiga, Plymouth Argyle di ajang piala FA, empat kekalahan beruntun ditelan oleh tim asuhan Jurgen Klopp ini.

Akibatnya, mereka hanya punya peluang di ajang Premier League, yang mana puncak klasemen masih jauh dari jangkauan (13 poin). Hal inilah yang memancng komentar dari eks pemain The Reds, Dietmar Hamann, yang menyarankan agar Klopp dan timnya tidak cepat berpuas diri.

“Sebenarnya, masalah utama mereka ada di dalam klub, tidak terkecuali para pemain sendiri yang memiliki mimpi dan realita yang terlampau jauh. Klopp harus bisa merubah mentalitas dan pemikiran seperti itu, tidak hanya di dalam skuatnya, namun juga seluruh element klub,”

“Mereka selalu berpikir bahwa mereka adalah salah satu klub terbesar di Eropa, padahal faktanya tidak sama sekali. Satu-satunya alasan klub ini masih diminati adalah karena prestasi para pemain di era 1970-an dan 1980-an. Tapi, ketika anda melirik dalam 10 tahun terakhir, Liverpool pada faktanya kering prestasi”

“Bagaimana pemikiran orang-orang di dalam klub harus segera dirubah, karena pemikiran tersebut sangat jelas nampak dalam performa mereka. Mereka tampil fantastis di markas Arsenal dan Chelsea, tetapi kemudian keok di tangan Hull, Burnley, dan Wolves. Tim harus bisa bermain konsisten, menjaga performa, karena jika Liverpool kembali gagal ke Liga Champions, maka itu adalah sebuah kekecewaan yang sangat besar.”

“Tiap tim punya periode yang buruk di setiap musim, namun apa yang menimpa Liverpool sekarang ini sebenarnya tidak bisa diterima. Mudah cepat puas menjadi masalah terbesar di klub saat ini. Perpanjangan kontrak empat tahun kepada manajer seolah-olah memperlihatkan bahwa segala rencana berjalan dengan baik, padahal sebenarnya tidak demikian,” tulis Hamann dalam kolomnya di Paddy Power.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *